Analisa Prinsip Pengembangan Kurikulum

PRIORITAS INDIVIDUALIS ATAU SOSIALIS DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Ada 3 perbedaan pendapat tentang prioritas pengembangan kurikulum untuk individu atau masyarakat
pertama
Dalam mengatasi problematika kehidupan kebiutuhan – kebutuhan di masyarakat maka didirikanlah sekolah sekolah atau lembaga pendidikan dengan program pengajarannya harus memp[rioritaskannya dengan latar bnelakang masyarakat.
Kedua
Usaha pendidikan adalah bersifat mendidik individu, maka materikurikulumpun harus disusunberdasarkan keadaan sifat dan kebutuhan -n kebutuhan individu.

perbedaan pendapat tersebut yang pertama mengacu kepada sosialis atau masyarakat sedangkan yang kedua mengutamakan individual. manusia sebagai mahluk individu dan sosial. dalam kenyatan dalam setiap program pengajaran yang berpedoman kepada prioritas sosial sampai batas batas tertentu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan  individu pula dan sebaliknya setiap materi kurikulum  yang berorientasikan individual psikologis dengan sendirinya memperhatikan kepentingan masyarakat pula. Jadi masalahnya adalah berkisar pada tekanan relatifitas yang harus diberikan kepada kepentingan kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan individu dan yang harus diberikan  kepada kepentingan-kepentingan masyarakat dalam menciptakian kurikulum yang dapat memenuhi kedua macam kepentingan .
Ketiga
individu hanya dapat mewujudkan dirinya sebgai individu jika ia berada dalam tempat ia hidup, oleh karena itu kurikul8um harus prioritas pada individu didalam masyarakat dalam kurikulum yang beroriaentasi seperti ini kebutuhan dan kepentingan kedua belah pihak akan  terpadu sebagaio mestinya. pendapat ini memang yang palin relevan, sejalan dengan filsafat pendidikan dan psikologis pendidikan.
selain ketiga hal itu prioritas objek materi pengembangan kurikulum ditentukan oleh motif sekarang atau masa yang akan  datang . pihak pertama mempertahankan kurikulum harus tersusun semata-mata dari mata pelajaran yang didasarkan kepada kebutuhan – kebutuhan dan kepentingan masyarakat, biasanya berpendirian bahwa fungsi pendidikan adalah mempersiapkan anak untuk kehidupan orang dewasa, karena itu kurikulum harus banyak mengandung pelajaran yang berguna bagi kehidupan anak dimasa yang akan datang. Pendapat yang menentangnya mengemukakan teori bahwa anak harus diangap anak sebagai  anak dengan hak-haknya bukan diangap sebagai orang dewasa dalam bentuk ini. karena itu kurikulum harus memperhatikan maslah masalah yang menyangkut anak saja.
dari pendapat ketiga bahwa pada dasarnya tidak perlu ada perdebatan dari kedua pendapat tersebut, sebab didalam kurikulkum cukup diperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan kedua belah pihak baik anak maupun dewasa, untuk memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang sekaligus menyangkut kepentingan langsung didalam kehidupan anak  dan mempersiapkan anak untuk hidup sebagai orang dewasa  kelak .
dikemukakan pula bahwa teori lama ” Mempersiapkan  anak untuk kehidupan orang dewasa” berimplikasi masyarakat yang statis dimana kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan orang dewasa kwelak dapat diramalkan pada anak anak yang ada sekarang
Pendapat terakhi dalam membarikan masalah-masalah anak yang dihadapi sekarang dan yang menyangkut kepentingan anak dimasa yang akan datang ialah meningkatkan kecerdasan secara fleksibel, mempersiapkan anak untuk mnyesuaikan diri [adaptif] pada perubahan-perubahan pesat dari keanekaragaman dunia dewasa ini.
Pandangan ini sepertinya memberikan landasan yang sehat untuk menyusun kerangka yang fleksibel namun mantap untuk perencanaan kurikulum………..