Pembagian hukum

PEMBAGIAN HUKUM

Kemudian hukum-hukum itu terbagi menjadi dua :

1.Hukum-hukum furu’(cabang)

hukum-hukum itu tidak menjadi tetap kecuali pada haknya orang yang telah sampai dakwah kepadanya yakni dakwah dari rasul yang memang diutus kepadnya. Hal ini telah disepakati oleh para ulama sebagaiumana dinyatakan oleh ibnu Qosim.

2. Hukum-hukum ushul (pokok)

Pada hukum-hukum ini telah terjadi khilaf antara ulama dalam hal kecukupan bagi tetaapnyahukum-hukum itu dengan seorang rasul mana saja.

Satu pendapat mengatakan bahwa cukuplah dalam hal tetapnya hukum hukum itu dengan seorang rasul yang mana saja. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Nawawy dan sebagian ulama ada yang menisbatkan kepada golongan maturidiyah.

Penisbahan seperti ini melahirkan satu pemahaman bahwa maturidiyah berpendapat:. “Bahwa semua hukum menjadi tetap dengan syara “.. hal ini tentunya bertentangan dengan keterangan terdahhulu dimana maturidiyah mengecualikan satu hukum yakni tentang kewajiban makrifat kepada Allah Ta’ala karena hukum ini tetap dengan akal. Jika sebagian ulama tersebut didalam penisbahannya tentang pendapat diatas kepada golongan maturidiyah mengecualikan pula hukum yang demikian maka tidaklah ad pertentangan.

Bedasrkan pendapat diatas maka setiap orang yang telah sampai kepadanya dakwah seorang rasul dari para rasul meskipun Nabi Adam maka dia telah dikenal taklif (pembebanan)dengan iman meskipun rasul itu tidak diutus kepadanya. Maka barang siapa yang ingkar dan bersikap sombong untuk mengikutinya ia berhak menerima adzab.

Adapun orang yang tidak sampai kepadanya dakwah dengan sebab keberadaanya di ujung negri yang jauh lagi terasing mka dia dianggap udzur.

Sedangkan satu pendapat lgi mengatkn bahwa tidak cukup dalam hal tetapnya hukum-hukum itu dengan seorang rasul yang mana saja melainkan dipandang (diiktibar)setiap rasul itu bersama umatnya.

Maka Ahlul Fathroh yakni mereka yang tidak berada pada zaman seorang rasul tau berada pada zaman seorang rasul tetapi rasul tidak diutus untuk mereka, mereka termasuk orang-orang yang selamat meskipun mereka yang menyembah berhala karena udzurnya mereka itu. Dan Allah Ta’ala memberikan kepada mereka beberapa tempat dari surga-surga khusus dan bukan dari surga-surga amal karena mereka tidak punya amal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s