Kriteria menilai yang Unik

Pernyataan,pertanyaan merupakan pengetahuan yang ada dalam benak/ pikiran manusia yang merupakan ide/gagasan / konsep baik yang majemuk atau tunggal merupakan sarana untuk menciptakan segala sesuatu. Ide/gagasan/konsep yang ada dalam benak/pikiran  manusia belum mendapatkan pengolahan  nilai  apakah baik atau buruk,benar atau salah melainkan hanya  bahan mentah yang akan diproses

Dengan tiga potensi hakikat manusia cipta rasa karsa. cipta yang cenderung mendorong kepada kebenaran ,rasa yang cenderung mendorong kepada keindahan, karsa yang cenderung mendorong kepada kebaikan akan memberikan konstribusi bagi suatu penilaian yang bersifat yakin yaitu benar logis etis & estetika .

penilaian yang bersifat yakin dapat ditempuh dengan landasan pokok penilaian . Khilaf pendapat para filosofis dalam membuat landasan penilaian terbagi kedalam tiga mazhab dengan didasarkan pada doktrinya masing-masing. Diantara ketiga mazhab itu ialah 1. mazhab metafisika islam dengan doktrinnya akal yang dijadikan sebagai prima pincipia dan kausalitas serta methode deduktif sebagai kerangka dalam berfikirnya. 2.mazhab empirisme dengan doktrin realitas yang terjadi yang tertangkap pengalaman indrawi atau data eksperimen sebagai landasan penilaian dengan induktif sebagai kerangka berfikirnya dan yang ke-3. mazhab skriptualisme dengan doktrinnya yang berdasarkan pada konteks  teks-teks atau tulisan tulisan sebagai landasan penilaian terhadap segala sesuatu dan tekstual dalam kerangka berfikirnya.

Empirisme hanya mengandalkan pada pengalaman indrawi atau data eksperimen mengabaikan aspek berfikir dan tekstual . Skriptualispun hany mengandalakn pads teks-teks serta tekstual dalam konstruksi berfikirnya . Metafisika islam mengandalkan penilaian yang bersumber pada kauliah&kauniyah teks-teks serta situasi kondisi yang terjadi tertangkap pengalaman indrawi atau eksperimen yang dijadikan landasan penilaian dengan kerangka berfikirnya deduktif.

Pengalaman praktek eksperimen merupakan sumber informasi yang akan menentukan penilaian terhadap aspek sekunder dari materi adapun teks-teks sebagai pedoman dalam mengetahui pengalaman eksperiman yang akan dijadikan suatu pemikiran dalam penilaian..Penilaian akan objektif jika menggunakan kedua konteks tersebut dengan kerangka deduktif sebagai pola pikirnya .. Jadi jika hanya menggunakan skriptualismenya  saja atau  yang hanya bersumber pada teks-teks saja apalagi yang mutasyabihat yang harus dijabarkan dijelaskan lagi akan mengalami pemberhalaan terhadap teks….

bertanya lagi dalam hatiku!

Penilaian UAS berdasakan/menggunakan mazhab yang mana yach?

JL nilai P.kewarganegaraan ada yang mencapai IOO mengunakan kriteria yang mana yach penilaianya. Sedangkan dalam Ilmu sosial 1+1 tidak sama dengan 2 melainkan bermacan macam jadi tidak akan benar mutlak meen…. apalagi pendapat subjektif…..

Inga-inga-inga ting……   adanya kesadaran akan proses bukan hasil………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s