Uas Fil Ilmu

Uas Fil Ilmu

SOAL UAS FILSAFAT ILMU

  1. ILMU DAPAT MEMBANTU MANUSIA DALAM MEMAHAMI BERBAGAI KENYATAAN HIDUP, JELASKAN DAN BERIKAN CONTOH PENGALAMAN YANG BERKAITAN DENGAN MANFAAT ILMU YANG SAUDARA RASAKAN ?
  2. FILSAT DAPAT MEMBERIKAN PENCERAHAN DALAM BERFIKIR, BENARKAH PERNYATAAN TERSEBUT, JELASKAN ARGUMENTASINYA
  3. PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU TIDAK TERLEPAS DARI KEPRIHATINAN PEMENFAATAN ILMU DALAM KEHIDUPAN YANG CENDERUNG MAKIN EKSPLOITATIF, BERI PENJELASAN ATAS PERNYATAAN TERSEBUT
  4. ADA PENDAPAT ILMU BEBAS NILAI, ADA JUGA YANG BERPENDAPAT ILMU TIDAK BEBAS NILAI, JELASKAN POSISI ANDA DIANTARA KEDUA PENDAPAT TERSEBUT
  5. JIKA ANDA SEDANG BERFIKIR, APA YANG ANDA LAKUKAN DAN DAPATKAH BERFIKIR ANDA DIJELASKAN PADA SAAT MEMBACA SOAL INI

1). Ilmo pengetahuan senantiasa berkembang terus menerus tanpa pamrih. Hal ini terjdi karena ;Pertama eros pengetahuan menjadi dasr terdalam dari metode ilmu pengetahuan yang kita bangun sendiri; Kedua karena alam sebagaiobjek dari ilmu pengerahuan kita bersifat dinamis dan mengalami perubahan, perkembangan dan perkembangan itu selalu terarah pada regularitas yang ssemakin dapat dimengerti .
Dunia ilmu pengetahuan adalah dunia fakta. Ilmu ppengetahuaan menawarkan kerja rasionalitas salah satunya dengan prinsip kausalitas.
Dampak ilmu pengetahuan terhadap life word kenyatan hidup dapat diklasifikasi kedalam 2 kategori
1.Intelektual langsung , perunahan cara pandangtradisional kepada realitas
2.tak langsung melalui teknik teknik ilmiah terutama teknik produksi
Intelektual langsung
Penelitian antropologi manusia yang memilki banyak kepercayaan yang tak mendasar yang mempengaruhi kehidupan masyarakat tradisional kini sudah mengalami pengikisan dengan disuguhkannya ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan lebuh menekankan kepada penelitia pengamatan yang bersifat nyata/fisik yang mengikuti hukum-hukum fisik tidak mudah percaya begitu saja pada tradisi atau otoritas
Hilangnya konsep tujuan lebuh memperhatikan sebab akibat dibandingkan dengan konsep[ finalitas (takdir)
Dari segi kontemplasi lebih luas dari pada alam semesta manusia dapat mencapoai sesuatu dengan ilmu pngetahuan
Mediasi tekni-teknik ilmiah
Kausalitas merupakan hukum yang terdapat dalam alam maka teori itu tidak hanya menjadi pengetahuan saja melaimkan juga mendorong untuk memprediksi munculnya suatu akibat setelah mengetahui sebab ,yang memungkinkan pula antisipasi yang diperlukan untukmenghadapi akibat tersebut.
Contoh :Selama ini Ilmu yang aku miliki dapat memberikan pencerahan dapat memaknai hidupku stelah aku mencari siapakah aku ? Mau kemanakah aku ? siapakah Tuhanku ?
2). Filsafat adlah produk dari ENLIGHTENMEN
Berfikir adalh mencari suatu permasalahan yang belum dimengerti dari permasalahan yang telah ada untuk memecahkan permasalahan permasalahan yang belum dimengerti maka harus befikir secara baik dan benar (filsafat) ,radikal sistenatis,universal . Kita tidak bisa memahami berbagai permasalahan yang timbul dengan hanya berfikir biasa untuk mengambil keputusan yang baik dan benar maka oleh karena itu disuguhkanlah metode berfikri filsafat Sehinga filszafat produk ENLIGTENMEN dalam berfikir
3). Pada dasarnya ilmu pengetahuan dikembagnkan untuk menigkatkan taraf hidup manusia kearah yang lebih baik, mengataqsi berbagai permasalahan hidup, Namun eksploitatif ilmu pengetahuan lebih mengandalkan kepada logika/rasionalita saja dan mengabaikan nilai etika,estetika,ilmu pengetahuan yang dikembangkan seperti itu justru akan merusak kehidupan manusia ,merendahkan manusia.maka filsafat ilmu tumbuh sebagai kontrol terhadap ilmu pengetahuan ysang eksploitatif.
4). Bebas nilai adalh tuntutan yang ditujukan kepada ilmu pengetahuan agar ilmu pengethuan dikembangkan dengan tidak memperhatijkan nilai –nilai lain diluar ilmu pengetahuan. Tuntutan dasarnya adalah agar ilmu pengetahuan dikembangkan hanya demi ilmu pengetahuan dan semata mata berdasarkan pertimbangan ilmiah.
“”SAYA AKAN MENGAMBIL JALAN TENGAH DIMANA POSISI SAYA BERADA””

Ilmu bebas nilai dan tidak bebas nilai dapat diliahat dalam 2 konteks
1. CONTEX OF DISCOVERY
Ilmu pengetahuan dikembangkan, ditemukan,timbul dalam konteks ruang dan waktu tertentu dan dalam konteks sosisal tertentu.Jadi ilmu pengetahuan tidak muncul secara tiba-tiba (ujug-ujug) melainkan ada pengaruh atau faktor yang mendorong lahirnya ilmu pengetahuan. MTidak bisa disangkal bahwa ilmu pengetahuan berembang dalam konteks tertentu yang sekaligus sangt ikut mempengaruahi nya. Berkaitan dengn ini sulit dibayangkan bahwa ilmu pengetahuan bebas dari nilai-nilai , baik yang dianit oleh setiap ilmuan secara individual maipun oleh setiap lembaga dan masyarakat dimana ilmu pengetahuan itu dikembangkan.
2. CONTEX OF JUSTIFICATION
Adalah konteks pengujian ilmiah terhadap hasil penelitian dari kegiatan ilmiah. Konteks pengujian didasarkan pada fakta dan data sebagai nuji keabsahan dengan tanpa mempertimbangkn kriteria dan pertimbangan lain diluar itu, Bukti empris logis rassionalitas dalam membuktikan kebenaran jadi slah satu nilai yang berlaku adalh NILAI KEBENAAAAARAN ,jadi harus bebas nilai
:otonomi ilmiah tidak dilarang/ bebas nilai dibolehkan. Hanya saja manusia menolak hasil tersebut jika tidak ada gunanya atau dapat merusak ,merendahkan manusia”
KEBENARAN HARUS !!! TAPI APAKAH PERLU !!!
5). Jika saya serdang berfikir saya akan mencari apa akar permasalahan yang ada atau yang membelenggu pemikiran saya kemidian menguraikan permasalah tersebut unutk dicarikan solusi pemecahan belenggu pemikiran dfan slahn satu cara untuk memecahkan masalah agar baik dan benar maka saya menggunakan metode berfikr filsafat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s