REKAYASA SOSIAL

REKAYASA SOSIAL

Perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus dimulai dengan cara pandang berpiki…………

Mustahil ada perubahan kearah yang benar, kalau kesalahan berfikir masih menjebak dalm benak kita………..

Perubahn cara pandang berfikir kita dapat menentukan terhadap perubahan sosial yang akan terjadi. Ada beberapa hal yang menjadikan suatu perubahan sosial dalam kesalahan berfikir .

  1. fallacy Of Dramatic Instance

Pengankatan kesimpulan secara berlebihan dari satu contoh kasus yang relative sedikit yang bersumber dari pengalaman subjektif seseorang atau yang disebut dengan Over Generalistion

  1. fallacy Of Restrospective Determinism

Determinisme selalu saja memperhitungkan masa silam ketimbang masa mendatang. Adanya sutu rangkaian histories yang tidak bisa dihindari atau dihilangkan, artinya dari dulu sampai sekarang tetap ada kejadian seperti itu sehingga adanya suatu tradisi yangsulit dihindarkan atau dihilangkan.

  1. Post Hoc Ergo Propter Hoc

Post artinya demikian, Ergo artinya Karen itu, Propter artinya Disebabkan. Jadi apabila ada peristiwa tau kejadian yang terjadi dlam urutan temporal, maka kita menyatakan bahwa yang pertama adalah sebab dari yang kedua. Mengkait-kaitkan suatu permasalahan yang terjadi tanpa didasari dengan ilmiah atau secara halus alias tidak kentara.

  1. fallacy Of Misplaced Concretness

Mengkongkritkan segala sesuatu yang pada hakikatnya bersifat abstrak dalam istilah logika disebut kesalahan reification yaitu menganggap real sesuatu yang sebetulnya hnya berada dalam pikiran kita.

Contoh; dari mana kita memulai membenahi kebodohan struktural itu ? kita tidak tahu, yang jelas kebodohan disebabkan oleh struktur titik… ada Sesutu penghukuman terhadap struktural padahal sturtural itu bersifat abstract. Inilah kesalahan berfikir nya….

  1. Argumentum Ad Verecundiam

Berargumen dengan mengunakan otoritas, walaupun otoritas itu tidak relevan atau ambigu. Relevansi, otoritas, ambigu dalah suatu mana yang abstract. Otoritas diterima sebagai suatu kebenarn yang bersifat mutlak seperti al-qur’an dan sunah. Sehingga ada saja orang yang menggunakan atau membela otoritasnya untuk kepentingannya sendiri dengan menggunakan kedua sumber itu , walaupun tidak relevan dengan masalah atau tema yang sedang diperbincangkan. Penggunaan kedua sumber al-qur’an dan hadist seringkali orang pertama memaksa lawan bicara untuk diam, tidak membantah bahkan mengkfirkan yng membantah (dengan alasan membantah al-qur’an itu sendiri) , padahal andaikata lawan bicaranya ingin membantah, maka yang dibantahnya itu bukan al-qur’an melainkan penggunaan otoritas al-qur’an yang ditafsirkan seenaknya oleh orang pertama.

  1. Fallacy Of Composition

Adanya suatu anggapan / penafsiran apa yang dilakuan seseorang akan berhasil dilakukan oleh semua orang. Kultus Figur dari sebuah keberhasilan seseorang yang diikuti oleh semua orang akan mematikan kreativits inovatif.

  1. Circular Reasoning

Berfikir / pemikiran yang berputar – putar mengunakan konklusi (kesimpulan) untuk mendukung asumsi yang digunakan lagi untuk menuju konklusi semula…… bersamboemg;;;

Rekayasa sosial kita lakukan

karena munculnya problem-problem sosial….

……problem adalah (adanya) perbedaan

antaara das sollen (yang seharusnya)

dan das sein (yang nyata).

………kita menharapkan pemimpin

yang sensitif terhadap aspiratif rakyat,

ternyata kita menemukan pemimpin

yang sensitif terhadap aspirasi dirinya

dan keluarganya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s