picture22

Dilema Kekuasaan Para Pemimpin Spiritualis

http//dedihendriana.wordpress.com


Kekuatan religiusitas dan kekuatan sekuleritas yang dintegrasikan diharapkan mampu menjadi sebuah representative ideal dalam kepemimpinan. Kekuatan yang tekandung dalam religiusitas dapat diimbangi dengan moralitas atau kesalehan individu maupun social, sedangkan kekuatan sekularitas dapat diandalkan pada kapabilitasnya. Salah satu contohnya ketika pemilihan presiden ada yang mencoba untuk “berduet maut” antara tokoh agama (sipiritual) dan tokoh nasionalis

Tetapi kedua kekuatan yang diharapkan itu tidak mampu mengatasi permasalahan yang membelitnya pada ekonomi yang bertambah “runyam” politik yang “sembrawut” dan lain sebagainya. Bahkan politisi yang backgroundnya spiritualpun nyaris terbawa arus menjadi sekularitas. Ada apa dengan politisi spiritual…?

Menurut Eberhard Puntush (1986) Ada tiga hal yang akan membahayakan kepribadian para politisi.

Pertama, pembebanan secara intelektual yang melebihi kapasitasnya. Ada suatu ketidakseimbangan antara kemampuan yang harus dicapai dengan tingkat kemampuan/kapasitas yang dimilikinya sehingga terjadilah pembebanan yang tidak proposional. Akhirnya meraka akan terjebak dengan ketidakmampuanya dan sekaligus akan menyembunyikan ketidakmampuanya itu, itulah awal dari merebaknya ketidak jujuran

Kedua, adanya suatu tekanan atas patuhnya terhadap solidaritas “kebersamaan” pada kelompoknya, walaupun prilaku individu dalam kelompoknya menodai atau kotor dalam cara pandang etisnya sendiri. Sehingga harus menutupi kesalahan inidvidu itu dalam satu kelompok serta membela pandapatnya walaupun itu salah. Membohongi adalah prestasi katanya……?

Ketiga, adanya paksaan untuk menahan kritik umum yang tidak adil. Karena adanya kompetisi dalam setiap kelompok maka upaya untuk merendahkan kelompok lain dalam meraih posisinya inilah yang akan berakibat pada susahnya untuk menerima kritikan.

Sebagai personifikasi dari religiusitas, kepemimpinan spiritual diharapkan mampu konsisten dalam memegang teguh moralitas, sehingga dalam mengeluarkan keputusannya atau kebijakanya dituntun dengan etika, akan tetapi etika dan moralitas ini tidak dapat berdiri sendiri dari inividu saja tetapi perlu dilembagakan dalam aturan mainnya…… Carilah Kebenaran dengan akal yang sehat nurani yang jernih….. Salam Perjuangan.

Pemegang Kekuasaan Tidak Ada Waktu Untuk “Membaca”, Padahal Kekuasaan bukan Untuk Orange Yang Tidak Membaca

Pemegang Kekuasaan Tidak Ada Waktu Untuk “Membaca”, Padahal Kekuasaan bukan Untuk Orange Yang Tidak Membaca

HUMOR POLITIEX

Tanya Jawab Dengan Gus Dur

Question : Gus, Mengapa Demam Berdarah marak di Jakarta ?

Gus Dur : Karena Sutiyoso melarang bemo, becak dan sebentar lagi bajaj. Padahal nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.

Q: Mengapa dalam kampanye mereka, parpol-parpol senang membodohi rakyat?

G: Sebab kalau pintar rakyat tak akan pilih parpol-parpol itu. Orang pintar pilih Tolak Angin.

Q: Mengapa kampanye PPP selalu rame?

G: Sebab tiap suami membawa empat istri.

Q: Mengapa sampai kapan pun bulan bintang tak akan menang?

G: Sebab masih ada Matahari.

Q: Gus, Mengapa Anda selalu menutup doanya dengan “inggih, inggih”

G: Saya ndak mau bilang Amin…Amin. .., saya sebel dengan orang itu.

Q: Menurut Anda partai-partai mana saja yang sealiran ?

G: Partai Keadilan Sejahtera, Partai Damai Sejahtera dan Partai Buruh Sejahtera.

Q: Mengapa perilaku PDIP sering disamakan dengan perilaku Golkar?

G: Karena MEGA kan artinya sama dengan AKBAR.

Q: Jabatan apa menurut Anda yang cocok diduduki oleh Amin Rais ?

G: Kepala Bulog. Biar dia seneng ngurusin Rice

Q: Siapakah sebenarnya musuh terbesar PDIP ?

G: Taufik:censored: Kiemas, karena sudah sering dia menggoyang mbak Mega.

Q: Kemaren Anda sudah berkunjung ke SBY, Dimana sekarang SBY berada ?.

G: Yo’ kamu ini piye toh’… SBY dari dulu ada di Jowo Timur.

Q: Gus, Gimana kalau Anda dicalonkan dengan pendamping Anda Akbar Tanjung ?

G: Ogah !!! Takut Bocor !

Q: Bocor kenapa Gus ?

G: ‘ntar mahasiswa naek naek genteng MPR lagi

GITU AZA KOK REPOT SECH……………N’da perlu marah.

One thought on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s