Tesis Heri Purnama BAB V

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

I.          KESIMPULAN

Sebagai penutup dalam penulisan karya ilmiyah ini, penulis perlu membuat sebuah kesimpulan dari pemaparan konsep yang telah berhasil dikembangkan oleh dua tokoh yang menjadi obyek penelitian penulis dalam tulisan karya ilmiyah ini, yaitu pemikiran Spiritualitas Islam yang dikembangkan oleh Muhammad Zuhri dan konsep Al Akhlak Al Karimah yang telah berhasil dikembangkan oleh Imam Al Ghazali, kemudian penulis melihat relevansi dari kedua pemikiran tersebut terhadap sistem pendidikan Islam di Indonesia.

Pertama, konsep spiritualitas Islam yang dikembangkan oleh Muhammad Zuhri lebih memiliki kecenderungan pada tatanan horizontal ketimbang pada tatanan vertikal. Hal ini terlihat penekanan konsep beliau pada amal sholeh seorang manusia didalam melayani dan memfasilitasi makhluk Tuhan di muka bumi. Karena inti pengabdian kepada Allah dalam pandangan Muhammad Zuhri adalah dengan menjalankan menejerial Tuhan di alam semesta. Melalui pengamalan rukun Islam.

Kedua, konsep Al Akhlak Al Karimah yang dikembangkan oleh Imam Al Ghazali lebih memberikan penekanan pada setiap pribadi, untuk memiliki prilaku dan akhlak yang mulia. Metodenya melalui tazkiatun nafsi dan pembiasaan, jika seseorang sudah terbiasa dengan prilaku yang baik maka untuk melakukannya tidak perlu lagi berpikir panjang, karena sudah menjadi kebiasaan. Semua diawali dengan pembersihan hati dan jiwa untuk dekat kepada Allah Swt.  Dengan demikian konsep Al Akhlak Al Karimah Al Ghazali lebih cenderung pada tatanan vertikal.

Perbedaan pemikiran diantara keduanya adalah terletak pada prinsip orientasi berpikir, Al Ghazali lebih berorientasi pada tatanan vertikal sedangkan Muhammad Zuhri lebih berorientasi pada tatanan horizontal. Sedangkan persamaan dari keduanya adalah bertujuan agar manusia dapat bahagia hidup di dunia dan akherat, menciptakan keseimbangan hidup dan menjaga keutuhan ummat manusia.

Ketiga, kedua pemikiran tokoh tersebut esensinya sangat relevan jika dikaitkan dengan sistem pendidikan Islam di Indonesia. Dimana sistem pendidikan Islam di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan manusia-manusia Indonesia yang berilmu, beriman, bertaqwa dan beramal sholeh. Maka konsep keduanya akan menjadi referensi penting untuk lebih memajukan dunia pendidikan Islam di Indonesia.

2.         SARAN

Saran adalah sesuatu yang diharapkan dalam satu aktifitas atau tulisan yang dilakukan, demi kemanfaatan tulisan dan aktifitas yang dimaksud. Adapun dalam penulisan kali ini saran yang perlu diungkap oleh penulis adalah sebagai berikut :

Pertama, Sistem pendidikan Islam di Indonesia, hendaknya menjadikan pemikiran Imam Al Ghazali tentang pendidikan akhlak dan Muhammad Zuhri tentang spiritualitas Islam sebagai referensi penting dalam menentukan sistem belajar dan kurikulum bagi peserta didik, agar terwujud citra spiritualitas Islam dan terbentuknya akhlak dan pribadi anak didik yang mulia.

Kedua, hendaknya ummat Islam di Indonesia khususnya dan ummat Islam secara umum mampu menerapkan spiritualitas Islam secara komprehensip dalam bentuk pengabdian pada sesama sebagai simbol dari pengabdian pada Allah untuk menciptakan kesatuan ummat manusia yang utuh, kemudian ini menjadi kebiasaan baik yang akan membentuk akhlak yang mulia, dimana untuk dilaksanakan tidak perlu lagi berpikir panjang atau harus ada pengaruh dari pihak lain.

Ketiga, Penulisan karya tulis ilmiyah ini diakui atau tidak memiliki kelemahan dan kekurangan yang terdapat diberbagai alenia, oleh sebab itu kritik dan saran yang konstruktif bagi siapa saja yang kebetulan membaca tulisan ini akan sangat penulis harapkan demi kesempurnaan pada penulisan-penulisan berikutnya atau karya-karya lain yang lebih brilian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s