“Pemberitaan Kuningan News Online tentang saya tidak berimbang!!!”

“ Bagaimana respon anda terhadap pemberitaan media Kuningan News online bahwa anda tidak percaya ke media Kuningan…”

“Saya tidak mengatakan seperti judul kuningan news online: luthfy: saya tidak percaya Media Kuningan!( Rabu, 27 Juli 2011 20:10) Kronologisnya adalah sebagai berikut. Insya allah seingat saya, saya mengatakan. “saya tidak percaya “media…” Mungkin hal ini membuat keluarga besar media kuningan yang belum konfirmasi ke saya merasa tersinggung. untuk itu dengan kerendahan hati saya minta maaf. Saya memberikan otokritik bahwa media massa adalah salah satu agen of change. Bahkan di negara barat, amerika dan eropa disebut lembaga keempat terhormat setelah eksekutif,yudikatif,legislatif! Setiap pergerakan apapun terbantu berkat kemampuan media yang independent, progresif dan memiliki kapabilitas. Saya juga banyak kawan-kawan di media. Namun Subtansi otokritik saya ke Pemda Kab. Kuningan tidak ditanggapi artinya tidak berimbang pemberitaannya? justru malah yang dibesarkan adalah statment saya yang lain…”

“Lantas bagaimana sikap anda terhadap Kuningan News Online?”

“Insya allah saya memahami dan tidak sakit hati sedikitpun. ini adalah proses dinamika. Lagi pula ketika wartawan kuningan news online Sms ke saya, yaitu saudara muhidin. sudah saya jelaskan bahwa “pewarta/wartatawan itu pekerjaan mulia. Dan masih banyak memiliki idealisme dan progresif. Serta jangan sampai kemuliaan wartawan terkotori oleh oknum-oknum wartawan bodrek! (sembari tersenyum lutfi nugraha mengatakan…) lha kok subtansi beritanya secara detail dan berimbang di kuningan news online tentang otokrotik ke Pemda Kuningan tidak dimuat. kan aneh? Ingat saya memiliki hak dalam pasal kode etik wartawan. Yaitu di Pasal 11 (Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional tentang penafsiran) pertama saya memiliki hak jawab. Ini sesuai pada item (a) pasal 11 yaitu Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Kedua saya memiliki hak koreksi sebagaimana tafsir pasal 11 kode etik wartawan yang di definisikan sebagai koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.ketiga hak saya mendapat berita yang proporsional sebagaimana item (c) pasal 11. yaitu Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki…” dan untuk

“Wartawan yang mulia yang bagaimana menurut saudara?”

“Lihat integritas alm. Rosihan Anwar wartawan tiga zaman. Atau Gunawan Muhammad dengan temponya. Mereka rela di penjara hanya untuk berbicara jujur. Tidak kekanak-kanakan. Tidak emosional. Demikian juga Surya Paloh mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas. Koran yang dicetak berwarna ini, laku keras. Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah. Sayang, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, keburu di cabut SIUPP-nya oleh pemerintah. Isinya dianggap kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia. Padahal sesungguhnya karena Pemerintahan soeharto tersinggung!”

“Apakah anda tahu sejarahnya….”

“ Saya beri contoh kecil. Tanggal 21 Juni 1994, beberapa media massa seperti Tempo, deTIK, dan editor dicabut curat izin penerbitannya atau dengan kata lain dibredel setelah mereka mengeluarkan laporan investigasi tentang berbagai masalah penyelewengan oleh pejabat-pejabat Negara. Pembredelan itu diumumkan langsung oleh Harmoko selaku menteri penerangan pada saat itu. sekalipun diawasi secara ketat oleh pemerintah, namun ternyata banyak media massa yang menentang politik serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Dan perlawanan itu ternyata belum berakhir. Tempo misalnya, berusaha bangkit setelah pembredelan bersama para pendukungnya…begitulah kemuliaan pers-pers yang memiliki integritas dan mau berbicara jujur serta memperjuangkan rakyat”

“Kembali ke pokok otokritik anda terhadap Pemda Kuningan. Memangnya anda memberikan statment apa terhadap Pemerintah daerah di hadapan Bupati, Sekda serta ketua Bapeda?”

“Begini. Mungkin kuningan news online tidak tertarik memberitakan otokritik saya terhadap Pemda Kuningan. Pertama saya prihatin dengan statment bupati yang mengatakan “ masyarakat kuningan harus keluar kuningan dalam mencari pekerjaan…” dan saya katakan di depan pak bupati “Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada bapak Bupati, Seharusnya Pemkab Kuningan berinisiatif melakukan terobosan untuk bersinergis dengan semua pihak membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kuningan. Kedua saya katakan kepada bupati bahwa “ mohon di tertibkan para Oknum Birokrat yang Korup! Karena dengan kemampuan bapak bupati yang memiliki keberanian dan terobosan serta integritas para oknum birokrat korup itu tidak memiliki ruang untuk melakukan kejahatan kemanusiaan. Karena bagi saya korupsi adalah kejahatan kemanusiaan!”

“Contohnya apa?”

“Begini. Saya respek terhadap beliau, H.Aang Hamid Suganda. Belum ada bupati sebelumnya di Kab. Kuningan yang memiliki keberanian serta mampu membangun infrastuktur Sebagaimana beliau. Sekalipun mendapat kritikan dari sana-sini. Hanya saya katakan kepada beliau “prosesi seleksi dan penerimaan CPNS tahun 2010 kemarin rentan disalahgunakan. Karena ada indikasi “penawaran hampir 85 juta hingga 90 juta/orang melalui jalan tikus” . dan itu jangan sampai terulang. karena itu saya mengkritik tidak di belakang beliau, tapi di hadapan beliau. Orang membicarakan di belakang itu gibah. Dalam Islam, gibah itu dibenci Allah SWT. Perumpamaan gibah itu seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.”

“Lantas apa yang membuat anda sebagai generasi muda prihatin?”

“Bayangkan saja oleh saudara. Ada 11.000 calon CPNS. Anggaplah mereka mengikuti proses. Mulai fhotocopy kartu kuning. fhoto copy izajah, dll. Meminta do’a serta restu orangtua. Berpuasa. Shalat tahadjud berharap menjadi PNS. Karena PNS adalah pekerjaan mulia! Artinya mereka berkompetisi secara sehat dan hebat. Namun terjegal dengan sogokan dan upaya manipulatif oknum birokrat yang korup. Inilah budaya yang membuat “oknum birokrat korup“ kecanduan karena untungnya besar! Dan ini preseden buruk!!! Kita harus berpegang pada prinsip “kulil haqqo walau kana murran!artinya “katakanlah yang benar walaupun pahit adanya… statment saya yang pedas ini menurut berita Kuningan News Online Rabu, 27 Juli 2011 20:10 ini ketika di hadapan Bupati,Sekda serta Kepala Bapeda kuningan “tidak layak masuk opini media dan dijabarkan. kenapa??? Bukankah hal itu pembelajaran dan pendidikan politik menuju open society”

“Harapan anda ke depan….”

“Saya responsif dan setuju dengan acara diskusi yang digagas Drs. Dian Rahmat Yanuar. Karena itu adalah ide yang… (Lutfi menghela nafas sesaat) Subhanallah baik. Namun cobalah kita berdiskusi secara jujur. Belajar jujur kepada diri kita sendiri. Kita sama-sama mencintai kuningan sebagai sebuah entitas yang sedang berkembang. Namun nalar kritis harus dibumikan serta saling menghormati. Lagi pula Mengawal kuningan menjadi kabupaten yang bersih, inovatif serta agamis harus bersama-sama. Mengacu pada statment Bupati di tabloid fokus “ Saya belum tentram jika belum mensejahterakan Rakyat Kuningan…”

“Terakhir apa yang menjadi landasan anda membentuk ruang dialog dan kajian Ruang Publik: Kuningan Social Comunity?”

Saya memiliki ide bahwa Ruang Publik sebagai Proses Enpowering Society menuju open society di Kuningan melalui transfer Knowledge seperti dialog & kajian untuk mencari solusi dalam persoalan kemasyarakatan dari aspek sosiologis. Baik secara formal maupun informal . dan mampu mengkritisi setiap persoalan dan memberikan solusi yang cerdas bagi pemerintah. Sehingga kita tidak asal ngomong tanpa dasar dan fakta yang valid dalam melakukan sinergitas kemanusiaan menuju kuningan yang lebih baik. Sekali lagi ruang publik terbuka bagi siapapun termasuk bagi yang tidak sependapat sekalipun. Pintu ruang publik terbuka bagi siapa saja. Kami inklusif dan bukan lembaga eksklusif. Ahlan Wasahlan…sebagai itikad baik saya untuk teman-teman wartawan, saya sangat senang sekali apabila bisa duduk dan berdialog serta meluruskan kesalahpahaman ini. Ahlan Wasahlan… “

 

ini adalah catatan dari “FB” Lutfhi Nugraha….
dari catatan ini ada beberapa analisa yang menarik tentang media yang ada di kuningan…….

saksikan bagaimana cara menganalisanya apa, siapa, mengapa, bagaimana, yang berperan dibalik media…..
pada tulisan yang akan datang……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s