pemberitaan di kuningan news….. Heri: HMI Organisasi Paling Independen se-Dunia

Kuningan News – Mahasiswa merupakan komunitas elit yang sangat diharapkan mampu merubah dan mengontrol pembangunan bangsa. Sejatinya, mahasiswa ialah agen of sosial control, sehingga mahasiswa tidak boleh sekedar kuliah saja, melainkan harus berada dalam wadah organisasi. Sebab, ilmu pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan hanya 20 persen, sedangkan yang lainnya berada di luar jam kuliah.

Hal tersebut seperti disampaikan Sekretaris Umum Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Cabang Kuningan, Heri Purnama MPdI, dalam acara Seminar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan, Selasa (18/10). Seminar yang digelar di Gedung KNPI Kuningan itu, dihadiri sedikitnya 250 mahasiswa utusan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan.

Dikatakan Heri, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi paling independen se-dunia. Menurutnya, hal itu sangat berbeda dengan organisasi mahasiswa lainnya, seperti Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), yang masih terikat oleh ideologi tertentu.

“IMM terikat oleh organisasi Islam Muhamadiah, PMII terikat oleh Nahdlatul Ulama, dan GMNI terikat oleh ideologi sosialis. Berbeda dengan HMI yang bebas dalam bergerak karena tidak ditunggangi oleh kepentingan manapun. Maka dari itu, saya memilih HMI untuk mengeksplorasi kemampuan saya dalam berorganisasi,” tandas Heri.

Tak ayal, pernyataan petinggi KAHMI Kuningan itu mendapat reaksi keras dari Ketua Umum IMM Cabang Kuningan, Nunu Setia Nugraha. Pihaknya menilai pernyataan Heri yang merupakan seorang dosen, sebagai sikap yang sombong, arogan dan tidak mencerminakan sosok yang moderat. “Sebagai seorang dosen, seharusnya beliau (Heri, red) bisa lebih santun dalam bertutur kata, jangan mengajarkan sikap arogan kepada mahasiswa,” ucapnya.

Dijelaskan Nunu, sebagai pentolan IMM Kuningan, pihaknya memastikan organisasinya selama ini senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme, sesuai dengan peraturan yang ada. Sementara hubungan ideologis dengan Muhammadiah, kata dia, tidak mesti dimaknai sebagai sesuatu yang menghalangi sikap independen.

“Setiap organisasi pasti memiliki ideologi, termasuk peraturan formal lainnya. Namun seperti teman-teman di PMII dan GMNI, ideologi itu sama sekali tidak mempengaruhi kemurnian gerakan yang kami lakukan. Justru sebaliknya, suatu organisasi yang tidak memiliki ideologi maka eksistensinya patut dipertanyakan,” tegasnya.

Menurut Nunu, sebagai sesepuh di HMI Kuningan, tidak sepatutnya Heri mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar. Dirinya menyarankan agar Heri belajar lebih dalam tentang akar sejarah dan ideologi organisasi mahasiswa, khususnya yang ada di Kuningan. “Statement itu tidak pantas diungkapkan oleh mantan aktifis, apalagi diungkapkan di depan peserta seminar yang notabene tidak hanya diikuti orang-orang HMI,” tutupnya. (dan)

coba perhatikan analisa penggunaan bahasa pada tema kemudian siapa yang berkomentar dan siapa yang membuat berita serta alur dari pemberitaan…..

berita/keluhan ya ??? ini terbit pada acara seminar tentang kepemudaan.. ada atau tidak tema kepemudaanya dimuat ? orang yang membuat komentar apakah menyaksikan atau tidak pada acara tersebut ? yang membuat pmberitaanya jurnalis yang bersertifikasi atau tidak, kaya guru gitu…hohoho….

2 thoughts on “pemberitaan di kuningan news….. Heri: HMI Organisasi Paling Independen se-Dunia

  1. ini yg selalu menjadi masalah. ashabiyah yang berlebihan.
    jangan katakan “anda organisasinya apa?” tapi katakan, “kita muslim”, habis perkara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s