Antara Partai dan Kredibilitas Media di China

Partai Komunis China menggunakan kekuatan media dalam menyampaikan kebijakannya dan situasi terkini negara kepada rakyatnya serta dunia. Di semua lini informasi, Partai ini menguasai dan bisa diadu kecanggihannya dengan media lain di seluruh dunia.

Mulai dari media televisi, radio, online, dan cetak, China punya andalan. Di media cetak, China punya People’s Daily yang telah berdiri sejak 1949. Dengan oplah mencapai 2,8 juta eksemplar, koran ini menjadi nomor satu di Negeri Tirai Bambu.

People’s Daily juga berkutat di dunia online. Dengan pembaca mencapai jutaan, lamanhttp://www.people.com.cn merengkuh penduduk dunia dengan layanan multi bahasa. Tercatat, laman ini memiliki 15 bahasa, termasuk bahasa kelompok minoritas di China.

Pemimpin redaksi People’s Daily, Zhao Jiaming, mengatakan bahwa selain memberitakan peristiwa di China, korannya adalah contong bagi pemerintahan komunis. Namun, dia mengatakan bahwa walaupun berada di bawah partai, kredibilitasnya cukup baik.

“Kami menyampaikan informasi tentang partai kepada publik. Lalu, publik memberikan opini. Bisa dibilang, kami adalah jembatan bagi partai dan suara rakyat,” kata Zhao Jiaming, saat VIVAnews berkunjung ke kantornya di distrik Chaoyang, Beijing, Jumat 29 Juni 2012.

Jika menjadi suara partai, tentu kredibilitas People’s Daily sebagai media rakyat dipertanyakan. Selain itu, kebebasan pers China masih dinilai terpuruk. Menurut laporan Press Freedom Index 2011/2012 oleh Reporters Without Borders, China menempati ranking ke-174 dari 179 negara soal kebebasan pers.

Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, banyak laporan wartawan yang dipenjara atau dipecat lantaran memberitakan hal-hal yang tidak mengenakkan negara. Pemberitaan negatif soal keamanan Partai Komunis di China anti diberitakan. Padahal, isu-isu itu adalah santapan lezat bagi media-media asing, terutama dari Barat.

Contohnya, saat media Barat ramai memperbincangkan soal aktivis buta dari China bernama Chen Guangcheng yang kabur dari tahanan rumahnya, People’s Daily bungkam. Chen minggat ke Kedutaan Besar Amerika Serikat dan meminta suaka. People’s Daily juga tidak berkutik, media Barat panen berita panas.

Zhao mengatakan, bagi media Barat, bad news is a good news, sehingga berita itu terus digoreng hingga panas. Dia mengatakan, kasus Chen diputuskan tidak diberitakan korannya, karena dinilai tidak memiliki news value yang menjual.

“Jika ada news value, pasti diliput. Jika tidak, tidak ditulis,” kata Zhao.

Dia menegaskan bahwa pemberitaan medianya adalah menyangkut nilai-nilai sosial dan penyelesaian konflik. Menurut dia, rakyat China lebih ingin mendengar berita membahagiakan soal konsensus sosial, modernisasi kota, kualitas hidup yang membaik.

“Orang China lebih ingin mendengar masalah kesejahteraan, seperti berita soal kapal antariksa Shenzou yang hari ini mendarat, atau bagaimana keunggulan atlet China dalam Olimpiade nanti,” tegasnya. (art)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s