Organisasi Dan Orok-Gen-Nasi Muda Mudi Indonesia

Dalam kacamata psikis muda mudi dipandang sebagai orang yang memiliki kemampuan daya dorong yang kuat semangat ke-baru-an yang membara untuk memburu terhadap sesuatu yang diinginkanya menciptakan sesuatu perubahan yang unik dari sebuah kemapanan sehingga memberikan efek kedepan tapi bukan “epek kesamping “ sebagai bagian dari regenerasi penerus peradaban masa depan. Jadi muda mudi yang dipandang dari kacamata psikis ini, boleh saja dinyatakan muda oleh orang yang sudah lanjut usianya, karena dilihat dari semangatnya yang masih membara dan memburu terhadap sesuatunya itu masih tinggi.

Semangat muda mudi yang membara dan memburu itu bukan berarti bersih tanpa noda suci dari debu, tetapi terkadang dalam semangat yang membara dan memburu terhadap sesuatu itu, memiliki epek samping yang sangat kuat bahkan menjadi destruktif dapat merusak tatanan pranata social. Seperti apa yang sering dikatakan dalam “ayat karuhun” (meminjam istilah bahasa kang Muplihudin MPI) secara turun termurun bahwa “kelapa muda dikupas kupasin kelapa tua tinggal batoknya selagi muda puas puasin sudah tua tinggal bongkoknya” ini selalu memiliki artikulasi dalam makna negative atau dikonotasikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh muda mudi ini diarahkan pada arah yang bebas tanpa batas dengan kecenderungan semangat yang tumbuhnya atas dasar motif kebahagiaan dan kenikmatan realiatas hari ini sehingga dalam pandangan si Abraham Maslow dalam mencukupi kebutuhan dasarnya masuk dalam kategori kehidupan realitas fisiologi yang tidak bisa ditawar tawar lagi seperti dalam urusan kehidupan perut, maka sesungguhnya muda mudi Indonesia pada umumnya adalah bagian dari pada “Gen Nasi” yang selalu bicara soal isi dalam perut bukan bicara soal apa isi dari dalam hati dan pikiran yang menyertainya.

Kelahiran “Gen Nasi” ini memiliki kemiripan pada sosok kelahiran “Orok”(bayi Kecil) nan mungil indah aduhai mempesona sebagai regenerasi penerus harapan masa depan. Pada saat kelahiran orok ini yang paling kuat doronganya untuk beraktivitas adalah bagaimana caranya si orok ini bisa menangis kemudian cara penanganannya yang paling tepat adalah isilah perutnya dengan asi. Jadi keberadaan muda mudi ini sebagai evolusi dari kelaihran Orok yang membedakanya hanya kalau pada waktu masih orok suka ASI kalau muda mudi suka makan nasi tapi kalau muda mudi masih suka asi maka itu masih Orok Gen Asi….

Muda mudi dalam mengembangkan dirinya itu tidak terlepas dari kehidupan social yang yang memerlukan interaksi antar sesamanya sebagai esensi wujud dari mahluk social. Atas dasar interaksi inilah akan memunculkan keinginan bersama tujuan bersama bahkan hidup bersama sama. Semakin tinggi jumlah muda mudi yang memiliki kesamaan dan kebersamaan serta memiliki semangat yang sama dalam mencapai keinginanya atau tujuanya maka secara tidak langsung akan melahirkan organisasi muda mudi.

organisai muda mudi Indonesia itu lahir atas dasar tetesan air mata, tangisan darah atas penjajahan yang memecah belah rasa kebersamaan persatuan dan kesatuan sehingga sebagai bentuk perlawananya munculnya sumpah muda mudi Indonesia satu nusa satu bangsa satu bahasa Indonesia yang dideklarasikan oleh organisasi muda mudi indonesia. Dengan semangat perjuangan inilah muda mudi ditempatkan sebagai epicentrum gerakan bangun pemuda pemudi indonesia (Cipt. Alfred Simanjuntak) menuju indonesia Raya(Cipt. W.R Supratman), dengan kalimah saktinya Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa indonesia (Cipt. Liberty manik).Sebuah cita cita besar bagimu negri dari organisasi muda mudi indonesia yakni kemerdekaan dari sabang sampai merouke. Itulah sebuah sejarah ke-emas-an dan kemasan sejarah untuk indonesia.

Setiap masa ada sejarahnya dan setiap sejarah ada masanya dan muda mudi ini adalah bagian dari sejarah masa yang akan membuat sejarah pada masa muda mudinya. Muda mudi masa kini sebagai bagian yang akan mengukir sejarahanya yang tergabung dalam organisasi muda mudi yang keberadanya tidak seperti lahirnya sumpah pemuda tetapi atas dasar sumpah saya masih muda artinya penekananya terhadap pengakuan status sosial muda mudi yang cenderung bisa memanfaatkan lahan strategis dalam penggarapan mempertahankan status sosialnya. Jadi organisasi muda mudi masa kini dipandang sebagai kekuatan status sosial.

Jika organisasi muda mudi ini diletakan pada posisi dalam pengakuan status sosial serta pemanfaatan lahan strategis untuk meningkatkan status sosial ekonomi apa bedanya dengan muda mudi, Orok “Gen Nasi” tetapi itu sah-sah saja tidak ada yang melarang ko tidak ada di KUHPnya, toh itu adalah kebutuhan mendasar muda mudi yang perlu diselesaikan segera. Kalau sudah lapar ngambek kasih makan senyum….

Maka dari itu perlunya kearifan dalam memandang organisasi muda mudi masa kini karena yang dihadapi masa kini adalah pertarungan ekonomi. Dan yang harus kita angkat dalam pertarungan ekonomi ini adalah menghidupi perekonomian kita oleh organisasi muda mudi masa kini melalui kerifan lokal “cintai ploduk ploduk dalam negli itu kata si tonk senk padahal si tonk senk sendiri itu made in china” Seperti adanya boboko untuk wadah nasi di cipakem kata sekjen Organisasi Muda Mudi Kang diding wahyudin itu harus dikembangkan yang akan menjadi icon cipakem. Kemudian dorongan ketua orgnisasi muda mudi Kuningan Kang Cecep Hendy sebagai ikon Pengusaha menjadi pionir pengerak muda mudi dalam economic competition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s