Pelajaran Hidup Yang Di-Institusi-kan

Dari sebuah sejarah hidup “saur sepuh atau cek kolot baheula mah” yang sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan hidupnya dalam mengahadapi berbagai persoalan hidupnya biasanya menjadi sebuah referensi bagi setiap orang yang memiiki kemiripan masalah dalam persoalan hidupnya sehingga orang yang memiliki pengalaman dan penglamaan serta pengetahuan dalam hidupnya adalah guru yang paling berharga dan berguna dalam mengatasi persolan hidupnya dikemudian hari. Ketika seseorang yang sudah memiliki banyak pengalaman dan mampu mengatasi berbagai persoalan hidupnya, akan dikultuskan sebagai guru yang perlu digugu dan ditiru oleh orang-orang yang memang sedang mengharapkan persoalan hidupnya dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan harapanya, sehingga penggantungan cita cita dan harapan terhadap seorang guru adalah sebuah keniscayaan untuk pencerahan di masa depan karena referensi sebuah pengalamannya.

Proses pencerahan ini terjadi atas interaksi yang dilakukan melalui transformasi pengetahuan dan pewarisan budaya secara turun temurun dari seorang guru terhadap muridnya. Dari sebuah interaksi itulah terjadinya sebuah konsep pembelajaran hidup yang menjadi ciri karakteristik dari sebuah pewarisan budaya dan tranformasi pengetahuan sehingga pelajaran hidup ini akan dipelajari dalam konsep pembelajaran oleh mereka yang memiliki kesamaan dalam persoalan hidupnya yang dimungkinkan secara evolusi dapat diinstitusikan dalam bentuk komunitas atau keterhimpunan sehingga “lahirlah himpunan Program studi pelajaran hidup”. Melalui institusi inilah mereka yang memiliki kesamaan persoalan hidupnya meyakini dapat terselesaikan sesuai dengan yang diharapkanya. Sehingga kemunculan institusi ini menjadi tumpuan bagi mereka yang mendambakan pencerahan kehidupanya. Selain itu institusi ini juga sebagai bagian dari pelegalitasan pelajaran kehidupanya dalam komunitasnya atau keterhimpunannya yang membedakan antara mereka yang masuk dalam institusi ini dengan mereka yang tidak masuk dalam komunitas institusi ini. Mereka yang masuk dalam institusi komunitas ini dianggap sebagai kaum terpelajar yang diyakini memilik pengetahuan dan mampu mengatasi persoalan hidupnya demi keberlangsungan kehidupannya. Ketergantungan institusi inilah serta dari kekuatan legalitas institusinya ini memberikan efek perubahan sosial terhadap persoalan kehidupannya sehingga apapun persoalan hidupnya dalam rangka mempertahankan kehidupanya harus melewati jenjang kekuatan legalitas dari sebuah institusi, jadi hidup dan kehidupnya harus dilegalitas dari sebuah institusi.

Ke-berhala-an institusi inilah yang menjadi polemik ketika institusi ini dimanfaatkan sebagai stempelisasi keberhasilan hidup seseorang dengan dihadapkan pada realitas kenyataan yang telah menempuh pembelajaran di institusinya ini ternyata tidak layak ditempatkan sebagai kaum yang terpelajar yang mampu mengatasai persoalan hidupya. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi setiap intitusi pembelajaran yang memproduksi banyaknnya kaum terpelajar jika tidak mampu memberikan pelajaran hidup yang mampu mengatasi pesoalan hidupnya tetapi juga tidak menafikan bahwa kehadiran intitusi ini juga menjadi bagian terpenting dari sebuah perubahan sosial. Tingkat kompleksitas keberagaman sosial dan budaya serta persoalan hidup yang cukup tinggi memicu terhadap sebuah institusi untuk berfikir keras dalam menghadapi persoalan hidup yang kompleks. Artinya persoalan hidup yang kompleks inilah bukan hanya tanggung jawab sebuah institusi semata tetapi ada faktor lain yang mendukung terhadap keberlangungan hidupnya dalam mengatasi persoalan hidupnya sehingga dominasi dari sebuah institusi pembelajaran akan menjadi lemah jika faktor eksternal dari sebuah intitusi pembelajarannya tidak mendukung. Maka sebuah intitusi pembelajaran diwajibkan untuk terus adaftif dengan lingkungan eksternal realitas kehidupan sosialnya serta budaya yang selalu mengintarinya. Jadi yang harus diwujudkan dari setiap institusi pembelajaran adalah sebuah realitas kehiduan sosial budaya dan setiap realias kehidupan sosial budaya adalah institusi pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s